Minggu, 30 November 2014

Manajemen Laba dan Cara Pengukuran dengan Metode

1. Pengertian Manajemen Laba

Manajemen laba sebagai suatu proses mengambil langkah yang disengaja dalam batas prinsip akuntansi yang berterima umum baik didalam maupun diluar batas General Accepted Accounting Principle (GAAP).

Menurut Schipper (1989) Manajemen
laba adalah campur tangan dalam proses penyusunan pelaporan keuangan eksternal dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan-keuntungan pribadi. Selain itu dikemukakan juga oleh Healy & Wahlen (1999) bahwa Manajemen laba terjadi apabila manajer menggunakan penilaian dalam pelaporan keuangan dan dalam struktur transaksi untuk mengubah laporan keuangan guna menyesatkan pemegang saham mengenai prestasi ekonomi perusahaan atau mempengaruhi akibat-akibat perjanjian yang mempunyai kaitan dengan angka-angka yang dilaporkan dalam laporan keuangan.

2. Sasaran Manajemen Laba

Menurut Ayres (1994:27-29) terdapat unsur-unsur laporan keuangan yang dapat dijadikan sasaran untuk dilakukan manajemen laba yaitu :

↔ Kebijakan Akuntansi.
Keputusan manajer untuk menerapkan
suatu kebijakan akuntansi yang wajib
diterapkan oleh suatu perusahaan,
yaitu antara menerapkan akuntansi
lebih awal dari waktu yang ditetapkan
atau menundanya sampai saat berlakunya kebijakan tersebut.

↔ Pendapatan.
Dengan mempercepat atau menunda pengakuan akan pendapatan. Biaya.
Menganggap sebagai beban/ biaya atau
menganggap sebagai suatu tambahan
investasi atas suatu biaya (amortize or
capitalize of  investment).

3. Alasan Dilakukan Manajemen Laba

a. Manajemen laba dapat meningkatkan
kepercayaan pemegang saham
terhadap manajer.
b. Manajemen laba dapat memperbaiki
hubungan dengan pihak kreditor.
c. Manajemen laba dapat menarik
investor untuk menanamkan
modalnya.

4. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Manajemen Laba

Berdasarkan yang dilakukan oleh Watts dan Zimmerman (1986) secara empiris membuktikan bahwa hubungan principal dan agent sering ditentukan oleh angka akuntansi. Hal ini memacu agent untuk memikirkan bagaimana angka akuntansi tersebut dapat digunakan sebagai sarana untuk memaksimalkan kepentingannya. Salah satu bentuk tindakan agent tersebut adalah manajemen laba.

Faktor-faktor yang diajukan oleh Watt
dan Zimmerman adalah:

↔ Hipotesis Bonus Plan.
Perusahaan dengan bonus plan
cenderung untuk menggunakan metode
akuntansi yang akan meningkatkan
income saat ini.

↔ Debt To Equity Hypothesis.
Bahwa pada perusahaan yang mempunyai rasio debt to equity besar
maka manajer perusahaan tersebut
cenderung menggunakan metode
akuntansi yang akan meningkatakan
pendapatan atau laba.

↔ Political Cost Hypothesis.
Bahwa pada perusahaan yang besar,
yang kegiatan operasinya menyentuh
sebagian besar masyarakat akan
cenderung untuk mengurangi laba
yang dilaporkan.

5. Terjadinya Manajemen Laba

Menurut Ayres (1994:27-29) manajemen laba dapat dilakukan oleh
manajer dengan cara-cara sebagai
berikut:

↔ Manajer dapat menentukan kapan
waktu akan melakukan manajemen
laba melalui kebijakannya. Hal ini
biasanya dikaitkan dengan segala
aktivitas yang dapat mempengaruhi
aliran kas dan juga keuntungan yang
secara pribadi merupakan wewenang
dari para manajer.

↔ Keputusan manajer untuk menerapkan suatu kebijakan akuntansi yang wajib diterapkan oleh suatu perusahaan. Yaitu antara menerapkan lebih awal atau menunda sampai saat berlakunya kebijakan tersebut.

↔ Upaya manajer untuk mengganti atau merubah suatu metode akuntansi
tertentu dari sekian banyak metode
yang dapat dipilih yang tersedia dan
diakui oleh badan akuntansi yang ada
(GAAP).

6. Teknik Manajemen Laba

Ada tiga cara yang dapat digunakan untuk melakukan manajemen laba pada laporan keuangan yaitu:

↔ Memanfaatkan peluang untuk
membuat estimasi akuntansi.
Cara ini merupakan cara manajer
untuk mempengaruhi laba melalui
judgement terhadap estimasi akuntansi antara lain: estimasi tingkat piutang tak tertagih, estimasi kurun waktu depresiasi aktiva tetap atau amortisasi aktiva tak berwujud, estimasi biaya garansi, dan lain-lain.

↔ Mengubah metode akuntansi.
Perubahan metoda akuntansi yang digunakan untuk mencatat suatu transaksi, contoh: mengubah metoda
depresiasi aktiva tetap, dari metoda
depresiasi angka tahun ke metoda
depresiasi garis lurus.

↔ Menggeser perioda biaya atau
pendapatan.
Beberapa orang menyebutkan
rekayasa jenis ini sebagai manipulasi
keputusan operasional. Contoh: rekayasa perioda biaya atau pendapatan antara lain: mempercepat
atau menundapengeluaran untuk
penelitian sampai perioda akuntansi
berikutnya, mempercepat atau
menunda pengeluaran promosi sampai
perioda akuntansi berikutnya,
mengatur saat penjualan aktiva tetap
yang sudah tidak dipakai, dan lain-
lain.

7. Model-model Manajemen Laba

Ada beberapa bentuk manajemen laba yaitu:

a. Taking a bath
Dalam bentuk jika manajemen harus melaporkan kerugian, maka manajemen akan melaporkan dalam jumlah besar.
Dengan tindakan ini manajemen
berharap dapat meningkatkan laba
yang akan datang dan kesalahan
kerugian piutang perusahaan dapat
dilimpahkan ke manajemen lama, jika
terjadi pergantian manajer.

b. Income Minimization (menurunkan
laba)
Dalam bentuk ini manajer akan menurunkan laba untuk tujuan tertentu, misalnya: untuk tujuan
penghematan kewajiban pajak yang
harus dibayar perusahaan kepada
pemerintah. Karena semakin rendah
laba yang dilaporkan perusahaan
semakin rendah pula pajak yang harus
dibayarkan.

c. Income Maximization (meningkatkan
laba)
Dalam bentuk ini manajer akan berusaha menaikkan laba untuk tujuan
tertentu, misalnya: menjelang IPO
manajer akan meningkatkan laba
dengan harapan mendapatkan reaksi
yang positif dari pasar.

d. Income Smoothing (perataan laba)
Income smoothing dilakukan dengan
meratakan laba yang dilaporkan, dengan tujuan pelaporan eksternal,
terutama bagi investor, karena
umumnya investor menyukai laba
yang relatif stabil.

by Rahadjeng Arinny.T
25211759 / 4EB12
Tugas Softskill #

https://mikoedoankz.wordpress.com/2013/11/14/manajemen-laba/html.

1 komentar:

Anonim mengatakan...

Borgata's New Jersey Online Casino Has No Rules, but It Looks
Borgata's New 바카라 Jersey online casino is getting a bit of 1xbet korean a refresh. The online betting company choegocasino is branching out to New Jersey, and it's taking bets

Posting Komentar

Minggu, 30 November 2014

Manajemen Laba dan Cara Pengukuran dengan Metode


1. Pengertian Manajemen Laba

Manajemen laba sebagai suatu proses mengambil langkah yang disengaja dalam batas prinsip akuntansi yang berterima umum baik didalam maupun diluar batas General Accepted Accounting Principle (GAAP).

Menurut Schipper (1989) Manajemen
laba adalah campur tangan dalam proses penyusunan pelaporan keuangan eksternal dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan-keuntungan pribadi. Selain itu dikemukakan juga oleh Healy & Wahlen (1999) bahwa Manajemen laba terjadi apabila manajer menggunakan penilaian dalam pelaporan keuangan dan dalam struktur transaksi untuk mengubah laporan keuangan guna menyesatkan pemegang saham mengenai prestasi ekonomi perusahaan atau mempengaruhi akibat-akibat perjanjian yang mempunyai kaitan dengan angka-angka yang dilaporkan dalam laporan keuangan.

2. Sasaran Manajemen Laba

Menurut Ayres (1994:27-29) terdapat unsur-unsur laporan keuangan yang dapat dijadikan sasaran untuk dilakukan manajemen laba yaitu :

↔ Kebijakan Akuntansi.
Keputusan manajer untuk menerapkan
suatu kebijakan akuntansi yang wajib
diterapkan oleh suatu perusahaan,
yaitu antara menerapkan akuntansi
lebih awal dari waktu yang ditetapkan
atau menundanya sampai saat berlakunya kebijakan tersebut.

↔ Pendapatan.
Dengan mempercepat atau menunda pengakuan akan pendapatan. Biaya.
Menganggap sebagai beban/ biaya atau
menganggap sebagai suatu tambahan
investasi atas suatu biaya (amortize or
capitalize of  investment).

3. Alasan Dilakukan Manajemen Laba

a. Manajemen laba dapat meningkatkan
kepercayaan pemegang saham
terhadap manajer.
b. Manajemen laba dapat memperbaiki
hubungan dengan pihak kreditor.
c. Manajemen laba dapat menarik
investor untuk menanamkan
modalnya.

4. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Manajemen Laba

Berdasarkan yang dilakukan oleh Watts dan Zimmerman (1986) secara empiris membuktikan bahwa hubungan principal dan agent sering ditentukan oleh angka akuntansi. Hal ini memacu agent untuk memikirkan bagaimana angka akuntansi tersebut dapat digunakan sebagai sarana untuk memaksimalkan kepentingannya. Salah satu bentuk tindakan agent tersebut adalah manajemen laba.

Faktor-faktor yang diajukan oleh Watt
dan Zimmerman adalah:

↔ Hipotesis Bonus Plan.
Perusahaan dengan bonus plan
cenderung untuk menggunakan metode
akuntansi yang akan meningkatkan
income saat ini.

↔ Debt To Equity Hypothesis.
Bahwa pada perusahaan yang mempunyai rasio debt to equity besar
maka manajer perusahaan tersebut
cenderung menggunakan metode
akuntansi yang akan meningkatakan
pendapatan atau laba.

↔ Political Cost Hypothesis.
Bahwa pada perusahaan yang besar,
yang kegiatan operasinya menyentuh
sebagian besar masyarakat akan
cenderung untuk mengurangi laba
yang dilaporkan.

5. Terjadinya Manajemen Laba

Menurut Ayres (1994:27-29) manajemen laba dapat dilakukan oleh
manajer dengan cara-cara sebagai
berikut:

↔ Manajer dapat menentukan kapan
waktu akan melakukan manajemen
laba melalui kebijakannya. Hal ini
biasanya dikaitkan dengan segala
aktivitas yang dapat mempengaruhi
aliran kas dan juga keuntungan yang
secara pribadi merupakan wewenang
dari para manajer.

↔ Keputusan manajer untuk menerapkan suatu kebijakan akuntansi yang wajib diterapkan oleh suatu perusahaan. Yaitu antara menerapkan lebih awal atau menunda sampai saat berlakunya kebijakan tersebut.

↔ Upaya manajer untuk mengganti atau merubah suatu metode akuntansi
tertentu dari sekian banyak metode
yang dapat dipilih yang tersedia dan
diakui oleh badan akuntansi yang ada
(GAAP).

6. Teknik Manajemen Laba

Ada tiga cara yang dapat digunakan untuk melakukan manajemen laba pada laporan keuangan yaitu:

↔ Memanfaatkan peluang untuk
membuat estimasi akuntansi.
Cara ini merupakan cara manajer
untuk mempengaruhi laba melalui
judgement terhadap estimasi akuntansi antara lain: estimasi tingkat piutang tak tertagih, estimasi kurun waktu depresiasi aktiva tetap atau amortisasi aktiva tak berwujud, estimasi biaya garansi, dan lain-lain.

↔ Mengubah metode akuntansi.
Perubahan metoda akuntansi yang digunakan untuk mencatat suatu transaksi, contoh: mengubah metoda
depresiasi aktiva tetap, dari metoda
depresiasi angka tahun ke metoda
depresiasi garis lurus.

↔ Menggeser perioda biaya atau
pendapatan.
Beberapa orang menyebutkan
rekayasa jenis ini sebagai manipulasi
keputusan operasional. Contoh: rekayasa perioda biaya atau pendapatan antara lain: mempercepat
atau menundapengeluaran untuk
penelitian sampai perioda akuntansi
berikutnya, mempercepat atau
menunda pengeluaran promosi sampai
perioda akuntansi berikutnya,
mengatur saat penjualan aktiva tetap
yang sudah tidak dipakai, dan lain-
lain.

7. Model-model Manajemen Laba

Ada beberapa bentuk manajemen laba yaitu:

a. Taking a bath
Dalam bentuk jika manajemen harus melaporkan kerugian, maka manajemen akan melaporkan dalam jumlah besar.
Dengan tindakan ini manajemen
berharap dapat meningkatkan laba
yang akan datang dan kesalahan
kerugian piutang perusahaan dapat
dilimpahkan ke manajemen lama, jika
terjadi pergantian manajer.

b. Income Minimization (menurunkan
laba)
Dalam bentuk ini manajer akan menurunkan laba untuk tujuan tertentu, misalnya: untuk tujuan
penghematan kewajiban pajak yang
harus dibayar perusahaan kepada
pemerintah. Karena semakin rendah
laba yang dilaporkan perusahaan
semakin rendah pula pajak yang harus
dibayarkan.

c. Income Maximization (meningkatkan
laba)
Dalam bentuk ini manajer akan berusaha menaikkan laba untuk tujuan
tertentu, misalnya: menjelang IPO
manajer akan meningkatkan laba
dengan harapan mendapatkan reaksi
yang positif dari pasar.

d. Income Smoothing (perataan laba)
Income smoothing dilakukan dengan
meratakan laba yang dilaporkan, dengan tujuan pelaporan eksternal,
terutama bagi investor, karena
umumnya investor menyukai laba
yang relatif stabil.

by Rahadjeng Arinny.T
25211759 / 4EB12
Tugas Softskill #

https://mikoedoankz.wordpress.com/2013/11/14/manajemen-laba/html.

1 komentar on "Manajemen Laba dan Cara Pengukuran dengan Metode"

Anonim mengatakan...

Borgata's New Jersey Online Casino Has No Rules, but It Looks
Borgata's New 바카라 Jersey online casino is getting a bit of 1xbet korean a refresh. The online betting company choegocasino is branching out to New Jersey, and it's taking bets

Posting Komentar